BAB
1
PERAN
STATISTIKA DALAM PENELITIAN
- Perbedaan antara Statistik dan Statistika
Statistik
adalah kumpulan data atau fakta-fakta yang disajikan dalam
bentuk daftar, Tabel, Grafik, Diagram agar mudah diinterpretasi dan digunakan untuk
tujuan-tujuan tertentu. Sedangkan statistika adalah suatu pengetahuan mengenai cara/metode/ teknik
pengumpulan data, menganalisis data, menyajikan data guna membuat
keputusan-keputusan
- Statistika itu sendri dibedakan menjadi dua, yaitu :
1.
Statistika
Deskriptif à
bertujuan/digunakan untuk menggambarkan atau mendeskripsikan data (fakta-fakta) tanpa menarik
kesimpulan terhadap populasi .
2.
Statistika
Induktif (Inferensial) à bertujuan/ digunakan untuk menggeneralisasikan hasil temuan yang diperoleh pada sampel terhadap populasi. Statistik Inferensial
itu sendiri dibedakan
menjadi dua :
·
Statistika
Parametrik yaitu mensyaratkan persyaratan-persyaratan tertentu: distribusi data normal,
hubungan linier, homogenitas varians.
·
Statistika Non
Parametrik yaitu tidak mensyarat-kan persyaratan-persyaratan tertentu à maka dikatakan statistika Bebas Distribusi.
- Penggunaan statistika Non Parametrik
v Untuk data yang distribusi populasinya tidak diketahui
.
v Untuk data yg distribusinya tidak normal.
v Untuk data yang diambil dari sampel yang tidak random.
v Untuk data dengan skala nominal atau ordinal.
v Untuk data yang jumlahnya sedikit (< 30)
- Populasi Dan Sampel
Populasi
adalah kumpulan semua elemen yang ada yang akan diobservasi atau diteliti.
Sampel adalah himpunan bagian dari populasi. Sampling adalah cara pengumpulan
data dengan mengambil sampel atau contoh dari seluruh anggota populasi.
- Data
Data
adalah kumpulan keterangan atau informasi yang diperoleh dari suatu pengamatan,
dapat berupa angka, lambang atau sifat. Bagaimana Data yang baik itu ?
1. Representatik
(mewakili)
2. Objektif
(sesuai dengan apa adanya atau yang terjadi)
3. Relevan
(ada hubungannya dengan persoalan yang sedang dihadapi dan akan dipecahkan).
4. Mempunyai
tingkat ketelitian yang tinggi atau standar error (kesalahan baku) yang kecil.
- Variabel
Variabel
adalah gejala atau fakta-fakta (data) yang harganya
berbeda-beda atau bervariasi.
Menurut Nilainya, Variabel dibedakan :
1.
Variabel Diskrit
atau disebut Data Diskrit à diperoleh melalui menghitung atau membilang (bukan
hasil pengukuran). Misal : jenis kelamin, jenis pekerjaan, jenis sekolah,
jumlah peralatan.
2.
Variabel Kontinyu atau disebut Data Kontinyu à diperoleh melalui pengukuran. Misal : tinggi badan,
berat badan, kompetensi siswa, sikap, minat.
Menurut Fungsinya, dibedakan:
1.
Variabel
Bebas/independen (Korelasi), yaitu variabel prediktor (regresi), variabel perlakuan
(eksperimen) yaitu variabel yang akan dilihat
pengaruhnya terhadap variabel terikat/dependen, kriterium, atau variabel
dampak.
2.
Variabel
Terikat/dependen (Korelasi), kriterium (Regresi), variabel dampak (Eksperimen) à variabel hasil/dampak/akibat dari variabel
bebas/prediktor/perlakuan.
Variabel
terikat pada umumnya menjadi tujuan penelitian, sumber
masalah, yang ingin ditingkatkan kualitasnya.
3.
Variabel
Perantara (Intervening) à menjadi perantara munculnya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Jika variabel ini dihilangkan, maka
hubungan/pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat tersebut menjadi tidak ada (tidak signifikan).
4.
Variabel
Moderator à
mempengaruhi tingkat hubungan (pengaruh) variabel bebas terhadap variabel terikat.
Hubungan/pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat memiliki nilai yang berbeda pada
level yang berbeda.
5. Variabel Kontrol (Pengendali) à berpengaruh terhadap variabel terikat, tetapi pengaruhnya
ditiadakan/dikendalikan dengan cara dikontrol (diisolasi) pengaruhnya.
Pengontrolan dapat dilakukan melalui pengembangan disain penelitiannya
(kondisinya dibuat sama) atau secara statistik.
- Jenis Data atau Skala Pengukuran
Ada 4 macam skala/level hasil pengukuran
yang biasa digunakan dalam berbagai
penelitian, yaitu:
v Skala Nominal yaitu Skala data hasil pengukuran yang hanya dapat membedakan antara jenis/kelompok yang satu dengan yang lainnya.
v Skala Ordinal yaitu Skala data hasil pengukuran yang menunjukkan adanya suatu tingkatan (ORDO) atau
kategori, seperti misalnya: sangat baik, baik, cukup, kurang dsb.
v Skala Interval yaitu Gejala yg dapat menunjukkan tingkatan maupun
kualitasnya, sedangkan jarak antar tingkatan yang berdekatan tersebut mempunyai jarak yang pasti dan sama.
v Skala Rasio yaitu Memiliki nilai Nol Mutlak.
Dapat diperbandingkan dengan skor lainnya dengan hukum
Komutatif.
Bab 2
CARA PENYAJIAN DATA
A.
Pengumpulan
Data
Data adalah
informasi yang diperoleh dari suatu pengamatan, wawancara, penelitian yang
dikumpulkan dalam bentuk angka atau lambang.Misalnya dengan memperhatikan teman-temanmu,
ada yang tinggi, pendek, kurus dan ada yang gemuk. Cobalah mengenal mereka
dengan ciri-ciri yang mereka miliki. Ciri-ciri mereka dapat kita tulis dan kita
kumpulkan. Dengan menulis dan mengumpulkan ciri-ciri mereka berarti kita telah
mengumpulkan data. Jadi data yang bisa dikumpulkan dapat berupa tinggi badan,
berat badan, ukuran sepatu, jumlah murid laki-laki dan perempuan, lingkar
pinggang, lingkar kepala, dan lain-lain.
Contoh
Rudi, Eka, dan Indra sedang menanyakan olahraga yang digemari siswa kelas VI SD Cemerlang.
Rudi, Eka, dan Indra sedang menanyakan olahraga yang digemari siswa kelas VI SD Cemerlang.
Hasil yang
diperoleh dicatat dalam tabel seperti berikut.
|
No
|
Jenis
Olahraga
|
Banyak Siswa
|
|
1
|
Tenis meja
|
2
|
|
2
|
Bulu tangkis
|
3
|
|
3
|
Renang
|
7
|
|
4
|
Kasti
|
8
|
|
5
|
Sepak bola
|
6
|
|
6
|
Voli
|
4
|
Tahukah kamu apa yang mereka lakukan? Kegiatan yang
mereka lakukan merupakan suatu cara untuk mengumpulkan data.
B. Penyajian Data
Kita telah
mempelajari tentang pengumpulan data. Data yang telah dikumpulkan dapat
disajikan dalam bentuk tabel dan diagram. Data yang telah disajikan dalam
bentuk diagram dapat mempermudah dalam membaca dan menafsirkan data tersebut.
Ada empat macam diagram yaitu diagram gambar, diagram batang, diagram lingkaran
dan diagram garis.
a. Menyajikan Data
dalam Bentuk Tabel
Misalnya nilai
ulangan matematika kelas VI adalah sebagai berikut :
6, 6, 5, 7, 8, 8, 4, 9, 8, 8, 9, 9, 6, 4, 7, 7, 8, 9, 10, 8,
8, 9, 9, 4, 5, 5, 8, 9, 7, 7, 6, 9, 8, 7, 7, 8, 9, 8, 10, 10.
8, 9, 9, 4, 5, 5, 8, 9, 7, 7, 6, 9, 8, 7, 7, 8, 9, 8, 10, 10.
|
Nilai
|
Banyak Siswa
|
|
4
|
3
|
|
5
|
4
|
|
6
|
4
|
|
7
|
7
|
|
8
|
11
|
|
9
|
8
|
|
10
|
3
|
|
Jumlah
|
40
|
b. Menyajikan Data
dalam Bentuk Diagram Garis
Dari nilai
ulangan matematika kelas VI diatas dapat disajikan ke dalam diagram garis.
c. Menyajikan data
dalam Bentuk Diagram Batang
Dari nilai
matematika kelas VI diatas dapat disajikan ke dalam diagram batang sebagai
berikut
d. Menyajikan Data
dalam bentuk Diagram Gambar
Dari data nilai
matematika kelas VI diatas dapat disajikan ke dalam Diagram Gambar
Penyajian pada
diagram gambar hampir sama dengan diagram tabel hanya saja pada diagram gambar
frekuensi ( banyak data) diganti dengan simbol atau gambar.
e. Menyajikan Data
dalam bentuk Diagram Lingkaran
Berikut ini contoh
data hasil panen suatu desa :
|
Tanaman
|
HasilPanen (ton)
|
|
Padi
|
400
|
|
Jagung
|
200
|
|
Ketela
|
300
|
|
Kelapa
|
100
|
|
Jumlah
|
1.000
|
1. Penyajian
diagram lingkaran dalam bentuk derajat
a. Padi = 144
b. Jagung = 72
c. Ketela = 108
d. Kelapa = 36
Sehingga data tersebut apabila disajikan dalam
diagram lingkaran menjadi seperti
di bawah ini :
2. Penyajian
diagram lingkaran dalam bentuk persen
a. Padi = 40%
b. Jagung = 20%
c. Ketela = 30%
d. Kelapa = 10%
Sehingga data tersebut apabila disajikan dalam
diagram lingkaran menjadi seperti
di bawah ini
C. Pengolahan data
Setelah menyajikan data dalam bentuk
diagram kemudian kita menghitung nilai data tertinggi dan data terendah, modus,
median dan rata-rata.
|
Nilai
|
Banyak Siswa
|
|
4
|
3
|
|
5
|
4
|
|
6
|
4
|
|
7
|
7
|
|
8
|
11
|
|
9
|
8
|
|
10
|
3
|
Contoh data nilai ulangan matematika
kelas VI adalah sebagai berikut :
Dari data di atas
kita mencari rata- rata, modus, dan median
|
Nilai
|
Banyak Siswa
|
Jumlah Data ( Nilai x Banyak siswa )
|
|
4
|
3
|
12
|
|
5
|
4
|
20
|
|
6
|
4
|
24
|
|
7
|
7
|
49
|
|
8
|
11
|
88
|
|
9
|
8
|
72
|
|
10
|
3
|
30
|
|
Jumlah
|
40
|
295
|
1.
1. Rata- rata
Rumus menghitung rata-rata
Jumlah semua data
Banyak Data
Rata-rata
=
= 7,37
Jadi, nilai
rata-rata adalah 7,37
2. Modus
Modus adalah nilai dari suatu data yang sering muncul atau
nilai dengan frekuensi tertinggi atau terbanyak
Contoh dari data di atas nilai yang sering muncul atau
modus adalah 8
3. Median
Median adalah nilai tengah setelah data diurutkan dari
setiap penyajian data. Jika jumlah datanya ganjil, maka :
Median = suku yang tepat berada ditengah
Jika jumlah datanya genap, maka :
Median =
Contoh 1
Data berat badan siswa kelas VI SD Harapan Bangsa sebagai
berikut :
32 34 34 33 34 33 32 35 34 3233 34 34 32 33 34 32 33 33
34
Tentukan Median dari data diatas :
Jawab
Data terlebih dahulu diurutkan :
32 32 32 32 32 33 33 33 33 33
33 34 34 34 34 34 34 34 34 35
Medianya adalah
= = = 33
Contoh 2
Data ulangan bahasa indonesia Nanda selama semester 2
adalah sebagai berikut :
8 7 7 6 9 8 9
Berapa median dari data ulangan tersebut ?
Jawab :
Data terlebih dahulu di urutkan
6 7 7 8 8 9 9
d D. Menafsirkan
Data
1. Menafsirkan
data dalam bentuk diagram batang
Perhatikan diagram batang
yang menunjukkan hasil ulangan Matematika dari 30 orang siswa.
Dari
diagram tersebut, dapat dilihat bahwa:
a.
Siswa yang mendapat nilai 5 ada 3 orang.
b.
Siswa yang mendapat nilai 6 ada 7 orang.
c.
Siswa yang mendapat nilai 7 ada 9 orang.
d.
Siswa yang mendapat nilai 8 ada 7 orang.
e.
Siswa yang mendapat nilai 9 ada 4 orang.
Dari
tabel tersebut terlihat juga bahwa jumlah siswa yang mendapat nilai 6 dan 8
adalah sama, yaitu 7 siswa.
2.
Menafsirkan data dalam bentuk diagram lingkaran
Perhatikan diagram
lingkaran yang menunjukkan hasil
panen desa suka maju mundur yang semua berjumlah 1000 ton
a.
Hasil panen padi desa suka maju mundur adalah
40% X 1000 = = 400 ton
b.
Hasil panen jagung di desa suka maju mundur adalah
20% X 1000 = = 200 ton
c.
Hasil panen ketela di desa suka maju mundur adalah
30% X 1000 = = 300 ton
d.
Hasil panen kelapa di desa suka maju mundur adalah
10% X 1000 = = 100 ton
Bab 2
CARA PENYAJIAN DATA
A.
Pengumpulan
Data
Data adalah
informasi yang diperoleh dari suatu pengamatan, wawancara, penelitian yang
dikumpulkan dalam bentuk angka atau lambang.Misalnya dengan memperhatikan teman-temanmu,
ada yang tinggi, pendek, kurus dan ada yang gemuk. Cobalah mengenal mereka
dengan ciri-ciri yang mereka miliki. Ciri-ciri mereka dapat kita tulis dan kita
kumpulkan. Dengan menulis dan mengumpulkan ciri-ciri mereka berarti kita telah
mengumpulkan data. Jadi data yang bisa dikumpulkan dapat berupa tinggi badan,
berat badan, ukuran sepatu, jumlah murid laki-laki dan perempuan, lingkar
pinggang, lingkar kepala, dan lain-lain.
Contoh
Rudi, Eka, dan Indra sedang menanyakan olahraga yang digemari siswa kelas VI SD Cemerlang.
Rudi, Eka, dan Indra sedang menanyakan olahraga yang digemari siswa kelas VI SD Cemerlang.
Hasil yang
diperoleh dicatat dalam tabel seperti berikut.
|
No
|
Jenis
Olahraga
|
Banyak Siswa
|
|
1
|
Tenis meja
|
2
|
|
2
|
Bulu tangkis
|
3
|
|
3
|
Renang
|
7
|
|
4
|
Kasti
|
8
|
|
5
|
Sepak bola
|
6
|
|
6
|
Voli
|
4
|
Tahukah kamu apa yang mereka lakukan? Kegiatan yang
mereka lakukan merupakan suatu cara untuk mengumpulkan data.
B. Penyajian Data
Kita telah
mempelajari tentang pengumpulan data. Data yang telah dikumpulkan dapat
disajikan dalam bentuk tabel dan diagram. Data yang telah disajikan dalam
bentuk diagram dapat mempermudah dalam membaca dan menafsirkan data tersebut.
Ada empat macam diagram yaitu diagram gambar, diagram batang, diagram lingkaran
dan diagram garis.
a. Menyajikan Data
dalam Bentuk Tabel
Misalnya nilai
ulangan matematika kelas VI adalah sebagai berikut :
6, 6, 5, 7, 8, 8, 4, 9, 8, 8, 9, 9, 6, 4, 7, 7, 8, 9, 10, 8,
8, 9, 9, 4, 5, 5, 8, 9, 7, 7, 6, 9, 8, 7, 7, 8, 9, 8, 10, 10.
8, 9, 9, 4, 5, 5, 8, 9, 7, 7, 6, 9, 8, 7, 7, 8, 9, 8, 10, 10.
|
Nilai
|
Banyak Siswa
|
|
4
|
3
|
|
5
|
4
|
|
6
|
4
|
|
7
|
7
|
|
8
|
11
|
|
9
|
8
|
|
10
|
3
|
|
Jumlah
|
40
|
b. Menyajikan Data
dalam Bentuk Diagram Garis
Dari nilai
ulangan matematika kelas VI diatas dapat disajikan ke dalam diagram garis.
c. Menyajikan data
dalam Bentuk Diagram Batang
Dari nilai
matematika kelas VI diatas dapat disajikan ke dalam diagram batang sebagai
berikut
d. Menyajikan Data
dalam bentuk Diagram Gambar
Dari data nilai
matematika kelas VI diatas dapat disajikan ke dalam Diagram Gambar
Penyajian pada
diagram gambar hampir sama dengan diagram tabel hanya saja pada diagram gambar
frekuensi ( banyak data) diganti dengan simbol atau gambar.
e. Menyajikan Data
dalam bentuk Diagram Lingkaran
Berikut ini contoh
data hasil panen suatu desa :
|
Tanaman
|
HasilPanen (ton)
|
|
Padi
|
400
|
|
Jagung
|
200
|
|
Ketela
|
300
|
|
Kelapa
|
100
|
|
Jumlah
|
1.000
|
1. Penyajian
diagram lingkaran dalam bentuk derajat
a. Padi = 144
b. Jagung = 72
c. Ketela = 108
d. Kelapa = 36
Sehingga data tersebut apabila disajikan dalam
diagram lingkaran menjadi seperti
di bawah ini :
2. Penyajian
diagram lingkaran dalam bentuk persen
a. Padi = 40%
b. Jagung = 20%
c. Ketela = 30%
d. Kelapa = 10%
Sehingga data tersebut apabila disajikan dalam
diagram lingkaran menjadi seperti
di bawah ini
C. Pengolahan data
Setelah menyajikan data dalam bentuk
diagram kemudian kita menghitung nilai data tertinggi dan data terendah, modus,
median dan rata-rata.
|
Nilai
|
Banyak Siswa
|
|
4
|
3
|
|
5
|
4
|
|
6
|
4
|
|
7
|
7
|
|
8
|
11
|
|
9
|
8
|
|
10
|
3
|
Contoh data nilai ulangan matematika
kelas VI adalah sebagai berikut :
Dari data di atas
kita mencari rata- rata, modus, dan median
|
Nilai
|
Banyak Siswa
|
Jumlah Data ( Nilai x Banyak siswa )
|
|
4
|
3
|
12
|
|
5
|
4
|
20
|
|
6
|
4
|
24
|
|
7
|
7
|
49
|
|
8
|
11
|
88
|
|
9
|
8
|
72
|
|
10
|
3
|
30
|
|
Jumlah
|
40
|
295
|
1.
1. Rata- rata
Rumus menghitung rata-rata
Jumlah semua data
Banyak Data
Rata-rata
=
= 7,37
Jadi, nilai
rata-rata adalah 7,37
2. Modus
Modus adalah nilai dari suatu data yang sering muncul atau
nilai dengan frekuensi tertinggi atau terbanyak
Contoh dari data di atas nilai yang sering muncul atau
modus adalah 8
3. Median
Median adalah nilai tengah setelah data diurutkan dari
setiap penyajian data. Jika jumlah datanya ganjil, maka :
Median = suku yang tepat berada ditengah
Jika jumlah datanya genap, maka :
Median =
Contoh 1
Data berat badan siswa kelas VI SD Harapan Bangsa sebagai
berikut :
32 34 34 33 34 33 32 35 34 3233 34 34 32 33 34 32 33 33
34
Tentukan Median dari data diatas :
Jawab
Data terlebih dahulu diurutkan :
32 32 32 32 32 33 33 33 33 33
33 34 34 34 34 34 34 34 34 35
Medianya adalah
= = = 33
Contoh 2
Data ulangan bahasa indonesia Nanda selama semester 2
adalah sebagai berikut :
8 7 7 6 9 8 9
Berapa median dari data ulangan tersebut ?
Jawab :
Data terlebih dahulu di urutkan
6 7 7 8 8 9 9
d D. Menafsirkan
Data
1. Menafsirkan
data dalam bentuk diagram batang
Perhatikan diagram batang
yang menunjukkan hasil ulangan Matematika dari 30 orang siswa.
Dari
diagram tersebut, dapat dilihat bahwa:
a.
Siswa yang mendapat nilai 5 ada 3 orang.
b.
Siswa yang mendapat nilai 6 ada 7 orang.
c.
Siswa yang mendapat nilai 7 ada 9 orang.
d.
Siswa yang mendapat nilai 8 ada 7 orang.
e.
Siswa yang mendapat nilai 9 ada 4 orang.
Dari
tabel tersebut terlihat juga bahwa jumlah siswa yang mendapat nilai 6 dan 8
adalah sama, yaitu 7 siswa.
2.
Menafsirkan data dalam bentuk diagram lingkaran
Perhatikan diagram
lingkaran yang menunjukkan hasil
panen desa suka maju mundur yang semua berjumlah 1000 ton
a.
Hasil panen padi desa suka maju mundur adalah
40% X 1000 = = 400 ton
b.
Hasil panen jagung di desa suka maju mundur adalah
20% X 1000 = = 200 ton
c.
Hasil panen ketela di desa suka maju mundur adalah
30% X 1000 = = 300 ton
d.
Hasil panen kelapa di desa suka maju mundur adalah
10% X 1000 = = 100 ton
Tidak ada komentar:
Posting Komentar